Saturday, August 26, 2006

Pergerakan rakyat miskin

organisasi perjuangan rakyat

FPUI Desak Esksekusi Tibo CS Segera Dilaksanakan Ruslan Sangadji

Puluhan mahasiswa dan aktivis pemuda Islam yang tergabung dalam Front Perlawanan Umat Islam (FPUI) Sulawesi Tengah, Rabu (23/8) siang, berunjukrasa di jalan-jalan utama Kota Palu dan kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah.

Mereka menuntut Kajati Sulteng dan Kapolda segera melaksanakan eksekusi terhadap Fabianus Tibo, Marinus Riwu dan Doninggus da Silva.

Setelah berkumpul di Taman Budaya Palu, massa FPUI Sulawesi Tengah ini dengan berjalan kaki menuju Bundaran Hasanuddin Palu. Di tempat ini, massa bergantian menggelar orasi. Mereka juga membagi-bagikan seleberan berisi pernyataan sikap mereka. Sementara sejumlah mahasiswi membawa spanduk dan poster.

Dari Bundaran Hasanuddin, massa kemudian menuju kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah di Jalan Sam Ratulangi Palu. Di teras kantor ini, massa bergantian berorasi dan membacakan pernyataan sikap.

Massa menuntut Kajati dan Kapolda Sulteng segera melaksanakan eksekusi. Mereka juga meminta aparat segera menangkap Ketua Gereja Kristen Sulawesi Tengah, Pendeta Rinaldy Damanik, karena diduga telah melakukan provokasi di Tentena, Kabupaten Poso. Massa FPUI mengecam Kajati dan Kapolda, yang menunda-nunda pelaksanaan eksekusi tanpa alasan yang jelas.

Kepala Bidang Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sulteng, Hasman, yang menerima pengunjukrasa, menyatakan pihaknya baru saja menerima surat pergantian pimpinan di Kejati Sulteng, dan tengah melakukan koordinasi dengan pihak Polda Sulteng untuk penentuan tempat dan waktu eksekusi. "Eksekusi tetap dilaksanakan," tegas Hasman.

Aksi yang dikawal puluhan aparat kepolisian dari Polresta Palu ini, berlangsung aman dan lancar. Massa membubarkan diri usai mendengar penjelasan pihak Kejati Sulteng. Namun, mereka memberi batas waktu satu minggu kepada Kejati Sulteng
untuk segera melakukan eksekusi. Bila batas waktu tidak dipenuhi, mereka akan berunjukrasa dengan massa yang lebih besar.

Sehari sebelumnya, Selasa (22/8), Pangdam VII Wirabuana, Mayor Jenderal Arif Budi Sampurno, ketika menghadiri Ulang Tahun Batalyon Sintuwu Maroso di Poso, meminta eksekusi Fabianus Tibo CS segera dilaksanakan, agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Pangdam menyatakan, pihaknya siap%

No comments: