Kalau Suamiku Diculik, Saya Harap Jenazahnya Bisa Ditemukan
Senin, 2 Oktober 2006
SAMPAI saat ini dua warga Sulsel yang hilang di Poso belum ditemukan. Polisi masih terus melakukan pencarian terhadap kedua warga yang bekerja sebagai pedagang ikan itu. Istri korban pun berharap agar suaminya bisa segera ditemukan.
Kondisi keamanan di Kabupaten Luwu Utara (Lutra) sejak hilangnya Arham Badaruddin dan Wandi Usman, keduanya warga Masamba yang diduga diculik di Poso, masih kondusif, Minggu 1 Oktober, kemarin.
Rumah Arham dan Wandi di Masamba, sejak kejadian itu, ramai dikunjungi warga. Bahkan, Kapolres Lutra AKBP Sulistriandri Atmoko dan Kapolwil Parepare, berkunjung ke rumah korban.
Kedatangan Kapolwil ke rumah Arham dan Wandi itu, untuk memastikan apakah benar Arham dan Wandi adalah warga Masamba, kata Kapolwi di hadapan istri Arham, Iin Suyatri.
Kapolwil meminta sanak keluarga korban bersabar sekaligus mendoakan agar Arham dan Wandi secepatnya bisa berkumpul bersama keluarga. "Sabar ya Bu," kata Kapolwil.
Kepada istri Arham, Kapolwil menanyakan kapan terakhir kalinya kontak dengan suaminya. Iin menjawab, bahwa suaminya bertolak ke Ampana untuk membeli ikan sejak 23 September lalu, sekitar pukul 16.00 Wita. "Dua hari di sana, dia kirim SMS. Ia minta disiapkan es balok, karena katanya, ia sudah dalam perjalanan pulang ke Masamba. Tetapi, sejak SMS itu saya terima, saya tidak pernah lagi berkomunikasi dengan suamiku, karena HP-nya sudah tidak aktif," kata Iin.
Ibu satu anak ini menyampaikan kepada Kapolwil, termasuk Kapolres Lutra, agar suaminya bisa ditemukan, dalam keadaan apapun. "Kalau suamiku memang diculik dan telah meninggal dunia, saya harap agar jenazahnya bisa ditemukan dan dikembalikan kepada keluarganya," katanya.
PERBATASAN DIPERKETAT
Pasca kerusuhan Poso yang terjadi Jumat lalu, perbatasan Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), dijaga ketat, Minggu 1 Oktober, kemarin. Penjagaan ketat tapal batas di poros Kasintuwu, Mangkutana itu, dimaksudkan untuk menjaga melebarnya kerusuhan Poso sampai ke wilayah Sulsel.
Personel pengamanan yang menjaga tapal batas itu, terdiri atas TNI AD dari Kodim 1403 Sawerigading, aparat Brimob dari Kompi C Baebunta, dan personel Polres Lutim.
Personel Brimob Baebunta yang ditugaskan menjaga tapal batas mencapai dua Satuan Setingkat Pleton (SST) atau sekitar 55 orang. "Sebanyak dua STT Brimob akan menjaga tapal batas Sulsel-Sulteng sampai keadaan benar-benar aman pascakerusuhan Poso," kata Danki Brimob AKP Marzuki kepada Fajar (Jawa Pos Grup) via ponselnya, siang kemarin.
Ia mengakui, penjagaan tapal batas ini terkait terjadinya kerusuhan Poso Jumat lalu. "Kami sudah dua hari bertugas di perbatasan. Sejauh ini, keamanan di tapal batas kondusif," katanya. (chairul baderu/fajar)

No comments:
Post a Comment