Wednesday, August 30, 2006

Piet Inkirawang: Kami Mulai Mengikat Hati

Rabu, 30 Agustus 2006

Nasional


Ada yang menuding berlarut-larutnya konflik di Poso karena pemerintah setempat

tidak serius memikirkan bagaimana mendamaikan kedua kelompok yang bertikai. Namun, Bupati Poso Piet Inkirawang menepisnya. Ia mengaku telah bersusah payah meretas perdamaian abadi di bumi yang dulu terkenal sebagai tempat pelesiran dan hiburan malam itu. Apa saja yang dilakukannya? Aguslia Hidayah dari Tempo mewawancarai Piet di pinggiran danau Poso, Kamis pekan lalu.

Apa saja yang Anda lakukan untuk mewujudkan damai di Poso?

Saya telah melakukan konsolidasi dengan TNI dan kepolisian serta merangkul tokoh-tokoh muslim dan Kristen. Dalam satu tahun ini pemerintah daerah menyiapkan Rp 2 miliar sebagai modal hidup masyarakat miskin.

Sumber dana?

Dari Menteri Sosial Rp 500 juta, provinsi Rp 1 miliar, dan pemda sekitar Rp 2 miliar. Sedangkan pembangunan pasar dan modal untuk koperasi diberikan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Upaya Anda berhasil?

Sekarang kami sudah mulai mengikat hati. Ada titik terang karena akhir bulan ini pertemuan terakhir antara muslim dan Kristen, yang dipertemukan dalam adat Poso, yaitu montan bontana. Artinya mengubur semua dendam dan masalah, kecuali korupsi dan tindak pidana murni.

Dalam adat itu akan dilakukan tradisi wewesi mpenai. Kami mengikat pedang, sarungkan pedang, dan simpan pedang. Wewesi artinya mengikat, menyarungkan, dan menyimpan. Sedangkan mpenai adalah nama pedang khas Poso.

Tapi kemarin masih terdengar ada ledakan, ya?

Masyarakat sudah lelah dengan teror. Malah mereka marah kepada media yang mem-blow up ledakan itu. Media selalu membesar-besarkan masalah kosong. Cuma yang buruk saja diberitakan, kapan Poso mau aman.

Mengenai recovery Poso?

Masalah infrastruktur listrik dan air sedang dilakukan. Pembangunan rumah sudah mulai bertahap. Saat ini kami sedang menarik investor untuk masuk. Sudah ada beberapa negara yang bersedia menjadi investor. Ada Australia, yang mau bor emas dan minyak. Minyak di Poso Kota dan emas di Lore Utara dan Lore Barat.

Apa usaha pemerintah untuk menjaring investor?

Ya, mereka minta jaminan keamanan. Sudah ada tiga kapal ke teluk Poso untuk survei keadaan langsung. Saya juga sudah bertemu dengan tujuh duta besar, di antaranya Australia, Austria, Finlandia, Inggris, dan Belanda, untuk membicarakan hal ini. Tanggapan mereka positif.


koran

No comments: