Mahasiswa Tolak Hukuman Mati
Kamis, 31 Agustus 2006 16:53 WIB
YOGYAKARTA, Puluhan mahasiswa Yogyakarta dari Koalisi Rakyat untuk Kemanusiaan, Kamis (31/8) siang berdemo menentang pelaksanaan hukuman mati di Indonesia. Sebagai negara demokratis, Indonesia menurut mereka harus mengakui hak hidup seseorang, sehingga harus berani meninggalkan hukuman mati.
Dalam aksinya di Bundaran Universitas Gadjah Mada itu, mereka juga menentang
pelaksanaan hukuman mati terhadap Tibo Cs yang dianggap telah melakukan teror di Poso. Para mahasiswa ini juga menentang pelaksanaan hukuman mati untuk Amrozi cs.
Menurut mereka, meski mereka yang dijatuhi hukuman mati itu dieksekusi, namun sebenarnya tidak menyelesaikan masalah. Bahkan menurut mereka putusan itu bisa menimbulkan benih-benih konflik baru.
Koordinator aksi, Dian mengatakan, akan lebih baik jika mereka yang dipersalahkan telah melakukan aksi teror itu menjalani hukuman biasa, bukan berupa hukuman mati.
Dia menjelaskan, akar permasalahan yang harus diselesaikan pemerintah, menghapuskan diskriminasi. Ia menjelaskan, berbagai konflik di Tanah Air ttermasuk yang kemudian memunculkan nama Tibo Cs dan Amrozi Cs, sebenarnya adalah penguasaan sumber daya alam Indonesia oleh modal asing. "Masuknya modal asing selalu mendiskriminasikan rakyat, menghembuskan wacana etnologi yang memicu konflik horizontal."
Ia mengemukakan, permasalahan Poso, sebenarnya bukan hanya persoalan lokal tetapi berada dalam kerangka permasalahan nasional. Ujungnya penguasaan sumber daya alam oleh modal asing. Karena itu mereka mendesak agar pemerintahan SBY - Kalla segera membatalkan hukuman mati dan bahkan menghapuskan hukuman mati di Indonesia.
"Pemerintah harus berani membuka dan menyelesaikan permasalahan yang ada sampai ke akar-akarnya," katanya. (AU/OL-02).
Penulis: Agus Utantoro

No comments:
Post a Comment