Monday, September 25, 2006

Dominggus akan Mengadu Pada Yesus

Kamis, 21 September 2006

Jelang pelaksanaan eksekusi terpidana mati konflik Poso Fabianus Tibo
, Dominggus da Silva dan Marinus Riwu, Pengacara Roy Rening SH, MH dan
Pastor Jimmy Tumbelaka Rohaniawan Tibo Cs ke Lembaga Permasyarakatan
(LP) Kelas II A Petobo Menjumpai kliennya.

Jimmy Tumbelaka saat ditemui Mercusuar di depan pintu Pagar untuk
memberikan kesempatan kepada Fabianus Tibo, Dominggus da Silva dan
Marinus Riwu mengeluarkan unek-uneknya. Ada beberapa hal penting yang
dipesankan Tibo seperti harapannya agar umat Katolik tidak ditindas
terus.

Menurut Roy, Tibo Cs menyatakan kesiapannya untuk dieksekusi.
"Ketiganya sudah pasrah, namun ketiganya tetap pada pendiriaanya kalau
pihaknya tidak bersalah," terangnya.

Roy mengaku, bahwa Tibo memang agak berat menerima kenyataan tersebut,
seba b selain tidak bersalah, juga menerlantarkan keluarganya yang
selama ini disayangi.

Karenanya Tibo, Dominggus maupun Marinus, menitipkan pesan terima
kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu dalam upaya
menegakan keadilan dan hokum, serta yang telah ikut membantu
keluarganya selama dalam tahanan.

Berbeda dengan Dominggus yang tetap tegas menolak eksekusi, sehingga
ketika matipun akan mengadukan kepada Yesus di Surga.

"Sudah lebih tujuh tahun dalam penjara, dan selalu mengungkapkan
kebenaran, namun selalu pula dibungkam aparat penegak hokum. Karena
kalaupun ia sudah mati, ia tetap tidak bisa menerima eksekusi mati
tersebut, dan kelak semua persoalan tersebut akan disampaikan kepada
Tuhan Yesus di Surga," terang Roy mengutip Dominggus.

Situasi terakhir hingga pukul 01.30 dini hari, di LP Petobo belum
memperlihatkan tanda-tanda eksekusi Tibo Cs. Walaupun konsentrasi
aparat kepolisian masish tetap siaga.

Sepanjang jalan Dewi Sartika, aparat yang bertugas sudah tiga kali
aplos/tukar penjaga. Beberapa tanda yang terpanjang depan LP masih
menjadi sasaran perhatian masyarakat yang melintas. Sedikitnya empat
Patroli yang Standby di samping selatan LP Kelas II Palu, di mana
ketiga terpidana mati diisolasi. Pantauanan Mercusuar menyebutkan
dilokasi, razia senjata tajam (Satjam) aleh aparat kepolisian semakin
diperketat. Dan tidak sedikit warga merasa terganggu di dalam
perjalanan. Apalagi cuaca tidak bersahabat dengan turunya hujan,
membuat mereka mengeluh. Aparat dengan senjata lengkap, tetap setia
memeriksa kendaraan yang melintas di depan LP, maupun jalan masuk ke
Kota Palu arah jalan Towua. Namun menurut warga yang tinggal disekitar
LP, mengaku razia dilakukan Polisi sudah tiga malam berturut-turut.
NDAR/YUSRIN

No comments: