Kejati Tolak Empat Permintaan Terakhir Tibo Cs
Jumat, 22 September 2006
Pihak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah (Kejati Sulteng) menolak empat permintaan terakhir Fabianus Tibo, Dominggus da Silva dan Marinus Riwu tiga terpidana mati kasus kerusuhan poso, yang akan di hukum mati kamis tengah malam (21/9) atau jumat ini hari (22/9) nanti.
Penolakan pihak kejaksaan itu di sampaikan oleh pastor Jimy Tumbelaka yang merupakan rohaniawan ketiga terpidana mati mendatangi kantor kejati Sulteng di Jl Ratulangi Palu pada kamis pagi dan di terima seorang tim anggota eksekutor, Jaksa Agung Setiawan SH.
Sebelumnya, melalui Pastor Tumbelaka, Tibo dkk mengajukan empat pernyataan terakhir yakni jenasa mereka sebelum di kebumikan terlebih dahulu di semayamkan di gereja Santa Maria Jl.Tangkasi Palu selama sehari untuk dilakukan misa reguen (arwa) oleh umat katolik setempat itu.
Berikutnya Tibo dan Marinus berharap jasatnya dimakamkan di Beteleme, kecamatan mori atas, Kabupaten Morowali (Tetangga Kabupaten Poso), sementara Dominggus meminta jenasanya di kembalikan kepada keluarganya di Flores (NTT) untuk di kebumikan.
Ketiga Terpina juga minta agar orang-orang yang di dampingi mereka saat menghadapi regu tembak, adalah Joseph Suwatam (UskubManado yang membawai wilayah Pastoria Sulteng), Jemy Tumbelaka (Pastor Paroki Santateresia Poso), Melky Toreh (Pastor Paroki Santa Maria Palu) dana Roy Rening (Pengacara Tibo dkk dari Padma Indonesia).
Permintaan keempat dari terpidana yaitu akan menyampaikan pesan khusus kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyano melalui media massa soal penolakan fonis yang dijatukan kepada mereka.
Semua permintaan terakhir ini di tolak Jaksa Agung Setiawan, dengan mengatakan bahwa kewenangan pengurusan kepada terhadap ketiga terpidana mati hingga proses penguburannya menjadi urusan Negara, dalam hal ini tim eksekutor.
Menanggapi sikap Kejati Sulteng tersebut, Pastor Tumbelaka mengatakan masih melihat perkebangan ke depan dan apabila tim eksekutor benar-benar menolak keempat permintaan terakhir terpidana mati, dirinya dengan terpaksa menolak untuk menjadi rohaniwan Tibo dkk.
(Ant/npnn)

No comments:
Post a Comment