Permintaan Terakhir Tibo Cs Ditolak
Kamis, 21 September 2006
Permintaan tiga terpidana mati itu antara lain, jenazah dikuburkan di
kampung halaman masing-masing dan dikremasi serta didoakan di Gereja
Santa Maria. Eksekusi Tibo cs dilaksanakan tim Brimob Polda Sulteng
dengan ditembak.
Palu: Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah menolak lima permintaan
terakhir terpidana mati Cornelius Fabianus Tibo, Marinus Riwu, dan
Dominggus da Silva. Keluarga terpidana yang membesuk Tibo cs mengaku
kecewa. Rombongan yang dipimpin pengacara terpidana, Roy Rering hanya
bisa pasrah menerima vonis yang akan dilaksanakan tengah malam ini.
Permintaan tiga terpidana mati antara lain, agar jenazah dikuburkan di
kampung halaman, Beteleme, Morowali bagi Tibo dan Marianus Riwu serta
di Maumere bagi Dominggus da Silva. Terpidana juga meminta agar
jenazahnya dikremasi dan didoakan di Gereja Santa Maria, Palu. Tibo cs
juga menolak seluruh fasilitas negara untuk perlengkapan pemakaman.
Eksekusi mati Tibo cs akan dilaksanakan oleh tim Brigade Mobil
Kepolisian Daerah Sulteng yang terdiri 12 tamtama yang dipimpin
seorang perwira. Prosedur eksekusi berdasarkan Undang-undang Nomor 2
Tahun 1964 tentang Tatacara Pelaksanaan Hukuman Mati dilakukan dengan
ditembak. Eksekusi dilaksanakan di tempat terbuka dan dilakukan
sesederhana mungkin.
Sementara untuk pelasaksanaan eksekusi diperkirakan dilakukan secara
serempak. Setiap terpidana dieksekusi oleh empat aparat, satu di
antaranya menggunakan peluru tajam. Kedua mata terpidana ditutup kain
dan posisinya bisa berdiri, duduk, atau berlutut. Jika dibutuhkan
tangannya diikat. Sementara jika belum mati, petugas akan menembak
kepala terpidana.
Indikasi pelaksanaan eksekusi mati Tibo cs terlihat dengan peningkatan
pengamanan di sejumlah ruas jalan di Palu. Anggota TNI, misalnya,
sejak semalam bersenjata lengkap berpatroli. Sedikitnya dua SSK
(satuan setingkat kompi), termasuk dari Batalyon 711 Raksatama Palu
ikut patroli. Sementara sejak hari ini di Jalan Dewi, depan Lembaga
Pemasyarakatan Palu terlarang bagi pejalan kaki.
Beredar kabar dua tempat yang dipilih menjadi lokasi pelaksanaan
eksekusi, yakni Lapangan Tembak Markas Batalyon 711 Raksatama dan di
sekitar Bandar Udara Mutiara. Alasan pemilihan Markas Batalyon 711
Raksatama karena dianggap aman. Sedangkan kawasan bandara karena
evakauasi jenazah Tibo cs lebih mudah dilakukan.(JUM/

No comments:
Post a Comment