Sejumlah Daerah Tolak Eksekusi Tibo cs
Kupang:Sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur warganya memprotes eksekusi tiga terpidana mati kasus kerusuhan Poso yaitu Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marinus Riwu. Eksekusi dijadwalkan Jumat dini hari besok di Palu, Sulawesi Tengah.
Mereka menggelar aksi damai, seperti di Kabupaten Sikka, tempat kelahiran Dominggus da Silva. Para tokoh agama, tokoh pemuda, dan aktivis kemanusiaan mendatangi kantor bupati dan gedung DPRD setempat. Mereka meminta pemerintah membatalkan eksekusi Tibo cs karena dia bukan aktor di balik konflik.
Di Maumere, aparat keamanan memperketat penjagaan. Menurut Kepala Polres Sikka Ajun Komisaris Besar Endang
Syafrudin, imbauan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk tidak menurunkan massa dalam
jumlah besar sudah dilakukan.
Begitu pula dengan Bupati Sikka Aleks Longginus menggelar rapat darurat untuk mengambil langkah persuasif dalam rangka mengantisipasi aksi warga. Tokoh masyarakat di Maumere, telah mengagendakan upacara khusus yang ditandai dengan sumpah adat dan menyembelih babi sebagai ungkapan duka cita atas matinya supremasi hukum di Indonesia.
Aksi yang sama berlamgsung di Kota Atambua, Kabupaten Belu. Uksup Atambua, Mgr. Anton Pain Ratu, akan memimpin misa khusus di stadion sepak bola setempat.
Di Kota Kupang, Ketua Justice and Peace Keuskupan Agung
Kupang Romo Florens Maxi Un Bria, menyerukan kepada
seluruh umat kristen berdoa bagi keselamatan Tibo cs. "Mati dan hidup manusia ada ditangan Tuhan," katanya.
Forum Antiketidakadilan Hukum di Kabupaten Timor Tengah Selatan, menyampaikan mosi tidak percaya kepada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Muhamad Jusuf Kalla karena telah dengan sadar mendukung dan memutuskan untuk menghukum mati Tibo cs.
Menurut koordinator forum, Matheus Antonius Krivo,
putusan Presiden menolak grasi seraya mengabaikan
pendapat, permohonan dari berbagai pihak baik dari dalam
negeri maupun luar negeri nyata-nyata telah memperlihatkan arogansi kekuasaan. "Presiden gagal mengkonsolidasi persatuan dan kesatuan di dalam kebhinekaan," katanya.
Jems de Fortuna

No comments:
Post a Comment