Wednesday, September 20, 2006

Unjuk Rasa Menuntut Pembetalan Eksekusi Tibo Cs

Rabu, 20 September 2006


Unjuk rasa Solidaritas Masyarakat Papua di Bundaran Hotel Indonesia.


Sikka:Warga Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mendesak pemerintah membatalkan eksekusi tiga terpidana mati kasus Poso, Fabianus Tibo dan kawan-kawan. Namun, warga mengaku hanya bisa pasrah jika pemerintah tetap bersikeras dengan keputusannya. Saat ini, sebagian warga Kabupaten Sikka yang merupakan kampung halaman salah satu terpidana mati kasus Poso, Dominggus da Silva, terus berdoa mengharapkan keajaiban menjelang eksekusi, Kamis (21/9) besok.

Sementara itu, upaya untuk meredam aksi anarkis massa terkait pelaksanaan eksekusi Tibo dan kawan-kawan terus dilakukan. Selasa malam tadi, Bupati Sikka Alex Longginus, mengundang Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sikka AKBP Endang Syafrudin dan Komandan Korem Kolonel Arief Rachman serta sejumlah tokoh lintas agama.

Dalam silaturahmi ini, bupati meminta tokoh-tokoh agama bisa menenangkan massa dan tidak terprovokasi oknum-oknum yang menghendaki tindakan kekerasan. Polres Sikka sendiri mengerahkan sekitar 900 personil untuk mengamankan Kota Maumere.

Penolakan eksekusi terhadap Tibo cs juga berlangsung di Jakarta. Puluhan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Papua berunjuk rasa di depan Bundaran Hotel Indonesia. Selain menuntut penundaan eksekusi, mereka juga mendesak pemerintah segera memeriksa 16 orang yang namanya disebut-sebut oleh Tibo.

Menurut Koordinator aksi demo Policarpus da Lopez, keputusan eksekusi terhadap Tibo cs telah diwarnai campur tangan pihak-pihak tertentu di Jakarta yang memiliki kepentingan. Jika eksekusi terhadap Tibo cs tetap dilakukan, Solidaritas Masyarakat Papua mengancam akan berpikir kembali apakah tetap bergabung dengan Negara Kesatuan RI atau tidak. Dari Bundaran Hotel Indonesia, aksi dilanjutkan ke depan Istana Merdeka.(***)

No comments: