Saturday, October 28, 2006

Bisa Ada Aksi Balasan

Selasa,17 October 2006

jimmy:Polisi Tak Tegas


Selang beberapa jam setelah penembakan pendeta Irianto Kongkoli, Pastor Jimmy, slah seorang toko katolik Sulteng. dan juga teman akrab korban, meminta kepada aparat keamanan sesegera mungkin menuntaskan kasus tersebut.sebab jika tidak maka akan ada aksi balasan, dari pihak-pihak yang mungkin ikut prihatin terhadap penembakan tersebut.

"olehnya itu jika kepolisian tidak tegas dalam menghadapi kasus tersebut, maka ada baiknya Kapolda mundur saja," ketusnya.menurutnya ini adalah sebuah konsekuensi logis yang harus di terima seorang pimpinan tertinggi sebuah institusi keamanan di sulawesi tengah.

Pastor Jimmy juga, menilai, ini adalah kasus penembakan yang kesekian kalinya, dan hampir semuanya menimpa toko pemuka agama. namun tidak satu pun yang bisa terungap dengan jelas, siapa pelakunya.ini membuktikan kalau unsur aparat keamanan masih lemah dalam memberikan perlindungan kepada warga masyarakat Sulteng.olehnya itu ia pun berharap agar polisi lebih bekerja ekstra cepat namun selalu berhati-hati, sehinga tidak ada yang salah tangkap.

Ditambahkan pula, motif dari penembakan ini sudah cukup jelas, bahwasannya ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memancing di air keruh.kelompok tersebut sengaja menciptakan situasi yang sudah kondusif, untuk menjadi ladang kerusuhan.

"Lihat saja,yang mereka tembakan, adalah toko agama yang cukup berpengaru di Sulteng, "katanya saat berkunjung di rumah Sakit Bala Keselamatan.

Maka dari itu, ia juga meminta kepada semua pihak untuk tetap menjaga ketenagan dan mencoba untuk tidak terpancing.karena bisa saja ini adalah upaya pembenturan dua komunitas yang sudah lama hidup damai.

Sementara itu ia juga menilai kasus penembakan putra asli Desa Taripa. sudah direncanakan secara matang dan sistematis.Sebab selain melihat kapasitasnya sebagai toko GKST yang punya pengaruh cukup banyak di Sulteng, Irianto juga saat ini aktif mengkampanyekan kedamaian dan anti kekerasan di tanah Poso dan Sulawesi Tengah, yang sangat banyak berbicara tentang perdamaian.

"Maka dari itu, banyak yang menjadikan Pendeta Irianto Kongkoli sebagai sasaran untuk memancing kemarahan satu komunitas," Tandasnya dengan nada berapi-api. MMI

No comments: