Saturday, October 28, 2006

Penembakan Kongkoli Merupakan Bentuk Teror

Selasa, 17 October 2006


Jakarta, Menko Polhukam Widodo AS menyatakan penembakan terhadapa Pendeta Irianto Kongkoli di Palu, Sulteng bukan kejahatan biasa. Widodo menilai penembakan itu sebagai aksi teror.

"Ini tidak biasa karenanya aparat telah dikerahkan dengan dibantu TNI dan Intelijen, "Ujar Widodo usai rapat dengan tim pemantau kasus poso DPR di gedung DPR, senayan, Jakarta, (Senin 16/10).

Widodo pun mendesak aparat keamanan bertindak cepat mengungkap kasus ini namun ia menolak menjelaskan lebih detil langkah percepatan yang akan diambil. "Agar segera dilakukan percepatan. Soal-soal teknis silahkan di tanyakan ke Kapolri, "Ujarnya.
Lebih lanjud Widodo menjelaskan, peristiwa penembakan yang terjadi senin pagi ini merupakan respon terhadap eksekusi mati terpidana kasus poso Tibo cs oleh sebab itu pihaknya akan memberi perhatian kusus keadaan-keadaan pasca eksekusi itu. "ini harus diberi atensi agar dilakukan langkah-langkah. "Tegas dia.

Widodo juga menyatakan Koopskam yang telah berhasil masa tugasnya telah melakukan tugas dengan baik, bahkan telah ada kemajuan yang telah di capai. Saat ini kondisi di Sulteng berangsur Kondusif. "Tapi uapaya untuk mengungkap ini menjadi wajib, "Tandasnya.

Widodo dalam kesempatan itu juga mengutuk keras dan menyatakan belasungkawa terhadap keluarga korban yang di tinggalkan. DTC

No comments: