Kongkoli di Tembak di Kepala
Selasa, 17 October 2006
Kabid Dokkes polda Sulawesi Tengah (sulteng), AKBP Dr Ramon. mengatakan kematian Pendeta Irianto Kongkoli disebabkan luka tembak pada bagian kepala.
"Terdapat satu luka tembak di kepala bagian kiri belakang," kata Ramon, usai mengikuti proses otopsi pendeta Kongkoli di RSU Woodward Palu, Senin.
Ramon mengatakan, sebua proyektil ang bersarang dikepala korban berhasil di keluarkan. Namun ia menolak menyebukan jenis proyektil yang menyebabkan kematian Sekretaris Umum Majelis Sinode GKST (Gereja Kristen Sulawesi Tengah) itu.
"Kewenangan lapformenentukan jenis proyektil dan senjata yang digunakan pelaku, "Ujar Ramon.
Pendeta Kongkoli, senin pagi sekitar pukul 08:15 wita ditembak oleh dua orang tak dikenal saat berada di toko bangunan "Sinar Sakti" di Jalan Monginsidi, Palu Selatan.
Saat kejadian, Kongkoli ditemani istrinya yang anggota berpangkat Iptu, Rita Kupa, dan Gea (4) Anak angkatnya. Namun Rita dan Gea lolos dari maut karena menuju mobil peribadi mereka lebih awal.
Pelaku melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor jenis bebek setelah korbannya roboh bersimba darah Rita di bantu warga yang berada di lokasi kejadian segera mengevakuasi korban ke RSU Woodward milik Yayasan Bala Keselamatan Palu sekitar lima ratus meter dari lokasi kejadian.
Akibat pendarahan Pendeta Kongkoli meninggal dunia sesaat setalah tiba di ruang Unit Gawat Darurad RSU Woodward.
Setelah dilakukan otopsi, jenaza Kongkoli di bawah keruma duka di Jalan Tanjung Manimbaya, palu selatan.
Aksi penembakan misterius tersebut merupakan kedua kalinya terjadi di kawasan pertokoan Jalan Monginsidi Palu.
Penembakan pertama terjadi 10 feburuari 2006 dengan korban William (61), penjual emas.
Korban William di tembak dua orang tak dikenal dari jarak kurang 10 m yang mengakibatkan ia tewas setelah mendapat perawatan selama tiga hari disenuah rumah sakit di makassar.
Kongkoli juga merupakan pemuka agama nasrani kedua yang tewas akibat aksi penembakan misterius, setelah Pendeta Susianti Lusiana Tinulele ditembak saat memimpin Ibadah di Gereja Iffatha di Jalan Banten palu pada 18 Juli 2004.
Dalam peristiwa naas itu, Pendeta Susianti meninggal di tempat, tempatnya di mimbar tempatnya ia berkhotbah.
Aksi penembakan misterius menggunakan senjata genggam yangmengakibatkan Pendeta Kongkoli terbunu terjadi di saat Polda Sulteng menggelar operasi kontigensi serta status kota palu dan poso dalam siaga satu. ANT

No comments:
Post a Comment