Sunday, October 01, 2006

Sahur, Tiga Bom Meledak di Poso

Minggu, 1 Oktober 2006

Kapolda : Ada Orang Tak Menginginkan Poso Aman

POSO- Tiga ledakan bom kembali mengguncang Kota Poso pada saat sahur Sabtu (30/9). Ledakan yang terjadi di dua tempat berbeda itu sempat mengagetkan masyarakat Kota Poso yang tengah mempersiapkan makan Sahur. Ledakan bom pertama terjadi di Jalan Pulau Aru Kelurahan Gebangrejo pada pukul 01. 15 Wita. Bom meledak persis disamping bangunan gereja Eklesia Poso yang terletak dipertigaan Jl. P. Aru dan P. Seram. Selang beberapa jam kemudian, yakni pada pukul 02. 48 Wita, bom kedua dan ketiga meledak di Jalan Tabatoki Kel. Sayo, tepatnya di kompleks Pasar Ikan Sayo, atau 200 m dari terminal Kasintuwu Poso. Kedua Bom pasar ikan Sayo ini meledak hampir bersamaan, yakni hanya berselang sekitar dua menit dari ledakan sebelumnya di tempat yang sama.

Tiga ledakan bom secara beruntun itu tidak sempat mengakibatkan jatuhnya korban luka-luka maupun korban jiwa. Hanya bom Sayo saja yang berakibat pada rusaknya beberapa bagian bangunan pasar milik masyarakat yang dibangun sangat sederhana itu.

Walaupun tidak berakibat jatuhnya korban jiwa, namun meledaknya tiga bom tersebut membuat masyarakat Poso tegang. Masyarakat malam itu hawatir, bom-bom tersebut akan berimbas munculnya konflik baru, menyusul lahirnya peristiwa Taripa.

Meledaknya bom juga sempat mengundang perhatian masyarakat. Tampak puluhan orang yang berada tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) berkumpul memadati lokasi hanya untuk sekedar menontonnya. Sesaat terjadinya ledakan Tim Gegana Polres Poso langsung terjun ke TKP untuk mengamankan lokasi ledakan dengan memasang police line. Sesaat setelah menyisir lokasi dan melakukan olah TKP, police line di lokasi ledakan kembali dibuka Polisi. Hanya di TKP bom di samping Gereja Eklesia saja, yang hingga siang kemarin police line-nya masih terpasang. Akibatnya jalan Pulau Aru masih tertutup untuk umum. Tampak juga, belasan anggota perintis Polres Poso dibantu enam personel Brimob berjaga-jaga mengamankan lokasi kejadian.

Pasca peledakan bom tersebut sampai tadi malam polisi memperketat pengamanan. Mereka terus melakukan penjagaan di hampir semua titik perempatan jalan. Terutama jalan masuk dan keluar kota Poso.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Poso. Namun dari Informasi yang diperoleh, ketiga bom yang meledak dan terdengar hingga redius 3 km itu berjenis low explosive. Sejumlah serpihan bom juga ditemukan dalam oleh TKP yang dilakukan tim jihandak, di antaranya, belerang dan serpihan pipa.

Menanggapi adanya aksi tiga peledakan bom yang terjadi sepanjang Sabtu dinihari kemarin, Kapolda Sulteng Kombes Pol. Badrodin Haiti mengakui masih adanya orang-orang yang tidak menghendaki kedamaian di Bumi Sintuvu Maroso. "Peledakan bom, bukti adanya orang-orang yang tidak mau Poso ini aman," ungkapnya.(cr5)

No comments: