Makam Dominggus Batal Dibongkar
Keluarga Dominggus da Silva membatalkan rencana untuk membokar makam
Dominggus yang semua dicurigai dieksekusi tidak dengan di tembak tapi ditusuk dengan sangkur
bahkan ada penganiayaan sebelum dieksekusi.
"Saya baru dapat kabar dari Polda NTT bahwa keluarga Dominggus membatalkan niatnya untuk membongkar
makam," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Paulus Purwoko, di Jakarta, Kamis.
Ia mengaku tidak tahu pasti penyebab batalnya niat itu namun diperkirakan telah ada upaya dari pemuka agama
yang bisa meyakinkan pihak keluarga bahwa Dominggus tidak dianiaya sebelum dieksekusi.
"Bahkan, Uskup Mgr Yoseph Suwatan dari Manado juga telh menjelaskan bahwa isu Dominggus dianiaya
dan ditusuk dengan sangkur tidak benar," katanya.
Rohiniawan yang mendampingi eksekusi Dominggus pun juga telah menjelaskan bahwa tidak ada penganiayaan
pada Dominggus.
Uskup Melky Taroreh yang memimpin misa di Lapas saat mengatar Dominggus keluar Lapas untuk
mengahadapi eksekusi juga menyatakan hal yang sama yakni mereka baik-baik saja.
"Bahkan, Tibo sempat berpesan kepada keluarganya untuk tidak ada dendam pasca eksekusi," katanya.
Sebelumnya, pihak keluarga Dominggus curiga bahwa terpidana mati kasus Kerusuhan Poso 2000 ini dieksekusi
dengan cara ditusuk dengan sangkur dan ada bekas penganiayaan di dada serta kepala.
Mereka menyimpukan hal itu karena ada luka leber di dada, ada sayatan di kepala dan memar di dada. Mebes Polri sendiri
juga telah membantah tuduhan dari kuasa hukum tiga terpidana mati kerusuhan Poso yang menyebutkan
bahwa Polisi menggunakkan sangkur untuk mengeksekusi mereka.
"Lubang yang leber di dada seperti ditusuk benda tajam bisa terjadi jika ada dua peluru lebih masuk ke dalam tubuh dalam jarak berdekatan," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Paulus Purwoko di Jakarta, Selasa (26/9) malam.
Ia mengatakan, luka memar bisa terjadi karena ada peluru yang mengenai salip rosario yang dipakai terpidana sebelum
peluru masuk ke badan. Bekas salib yang menempel kuat di kulit ini bisa mirip luka memar.
"Luka bekas sayatan yang ada ditubuh terpidana bisa jadi karena ada peluru yang pecah saat terkena salib rosario hingga pecahan
ini menimbulkan luka mirip sayatan," katanya.
Dikatakannya, tulang yang patah pada tubuh terpidana bisa terjadi karena ada peluru mengenai tulang. ANT

No comments:
Post a Comment