Robertus Minta Dipertemukan dengan Ayahnya
Rabu, 20 September 2006
[PALU] Robertus Tibo (29), anak kandung Fabianus Tibo, salah satu dari
tiga terpidana mati kasus kerusuhan Poso, meminta diizinkan bertemu
ayahnya walaupun untuk yang terakhir kalinya.
"Walaupun ayah sudah diisolasi dan katanya tidak bisa lagi ditemui,
tapi saya mohon dapat diizinkan bertemu ayah hari ini. Kami rindu
ayah," ujar Robertus kepada Pembaruan Selasa (19/9) pagi, di Palu.
Robertus didampingi Pastor Paroki Santa Theresia Poso, Pastor Jimmy
Tumbelaka, Senin (18/9), berangkat dari Tentena, Poso menuju Palu
setelah mendapat informasi ketiga terpidana Fabianus Tibo, Dominggus
da Silva dan Marinus Riwu akan segera dieksekusi.
Menurut Robertus, sesuai surat dari Kejaksaan Negeri Palu, eksekusi
akan dilaksanakan Jumat dinihari di suatu tempat yang masih
dirahasiakan di Palu.
"Saya mendapat telepon dari Pak Roy Rening, pengacara ayah bahwa surat
pemberitahuan eksekusi sudah ada, dan rencananya Kamis tengah malam
atau Jumat dinihari," katanya.
Rencana Selasa pagi, Robertus didampingi Pastor Jimmy dan Roy Rening,
pengacara ketiga terpidana dari Padma Indonesia akan menemui Tibo,
Dominggus dan Marinus di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Palu.
Istri Tibo, Nurlin Kasiala (50), tidak bisa ikut ke Palu karena sedang
terbaring sakit di RS Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Tentena.
Sementara itu, Senin malam berlangsung rapat tertutup di markas
Polresta Palu. Rapat dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Palu dan
membahas soal rencana teknis eksekusi.
Sumber yang tidak bersedia disebut namanya mengatakan, eksekusi ketiga
terpidana akan dilaksanakan secara bersamaan di tempat yang sama di
Kota Palu. Ditetapkan sebagai Komandan Regu adalah Komandan Satuan
Brimob Polda Sulteng, AKBP dr Jarot Sutopo Abdi Negoro.
Namun dalam rapat yang turut dihadiri pelaksana tugas (PLT) Kajati
Sulteng, Mafud Manan, Kapolres Poso, Kapolresta Palu, Pastor Jimmy
Tumbelaka (rohaniawan ketiga terpidana) dan pejabat Pemerintah Kota
Palu itu, belum ditemukan kata sepaham tentang 4 permintaan terakhir
ketiga terpidana.
Empat Permintaan Terakhir
Adapun 4 permintaan terakhir ketiga terpidana yakni pertama, Tibo Cs
minta diizinkan melakukan konferensi pers untuk menyampaikan pesan
terakhir mereka pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa mereka
telah menjadi korban dari sebuah peradilan sesat. Tibo Cs masih
mengharapkan Presiden Yudhoyono memberikan keadilan pada mereka.
Kedua, kalau eksekusi tetap dilaksanakan maka Tibo Cs minta mereka
harus didampingi perawat rohaninya, Pastor Jimmy Tumbelaka, Roy Rening
(pengacaranya), Direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan
Perdamaian (Padma) Indonesia, Pastor Ngobert Jethan dan Ketua Komisi
Ombusman Nasional, Antonius Sujata.
Ketiga, setelah dieksekusi atau ditembak mati, ketiga terpidana
meminta jenazah mereka disemayamkan di Gereja Katolik Santa Maria Palu
dan meminta Uskup Manado, Mgr. Josef Suwatan MSc memimpin misa requiem
(doa untuk arwah).
Keempat, setelah didoakan, ketiganya minta jenazah mereka diserahkan
pada keluarganya masing-masing untuk dikebumikan di tempat asal
mereka. Masing-masing Tibo minta dikebumikan di Desa Beteleme Tua,
Kecamatan Lembo, dan Marinus di Desa Malores, Kecamatan Petasia,
Kabupaten Morowali sedangkan Dominggus minta dikebumikan di tempat
kelahirannya di Flores, NTT. [128]

No comments:
Post a Comment